hahaha
Jumat, 30 September 2011
Penemu Musik
Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian. Penemuan notasi itu ditemukan oleh Paus Agung Gregori. Padahal di masa itu, musik mengalami kegelapan dan tidak peninggalan tertulis yang bisa dibaca.
Semasa hidupnya, Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian. Notasi ini menggunakan empat garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan dari penyanyi yang bersangkutan). Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.
kartun pertama di dunia
Walter Disney, pada 1901 menciptakan tokoh kartun animasi pertama. Kita semua tentu mengenalnya. Mickey Mouse dan Donal Duck. Walter Elias Disney atau populer sebagai Walt Disney adalah seorang produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara dari Amerika Serikat. Bersama saudara kandungya, Roy Oliver Disney, Walt mendirikan The Walt Disney Company dansekarang terkenal dengan berbagai film dan taman bermainnya, seperti Disneyland dan Disney Resort Paris.
Walt Disney mencari-cari bentuk yang lucu, menarik, dan tidak menjijikkan. Mickey Mouse, tokoh kartun tikus yang dibuat seperti itu. Suatu saat ketika Walt remaja pergi ke rumah pamannya untuk berkunjung, dan berjalan-jalan untuk mencari sesuatu di ladang pamannya, disana ditemukan banyak sekali tikus-tikus ladang yang berkeliaran di sekitarnya. Melihat banyaknya tikus-tikus tersebut, suatu saat terinspirasi oleh tikus-tikus tersebut dan muncul keinginan untuk menuangkan imajinasinya tersebut kedalam bentuk kartun, maka dicobalah membuat sketsa kartun yang berasal dari objek tikus yang dilihatnya.
Mickey Mouse yang merupakan cikal bakal dari kartun animasi pertama yang pernah dibuat. Awal mulanya, bentuk Mickey masih sederhana. Dengan beberapa ciri tikus yang dimanipulasi mulai dari bentuk telinga yang dibuat bulat. Bentuk mata yang dibuat besar hampir sebesar wajahnya, dan bentuk tubuh yang kurus ditambah atribut celana pendek yang dibuat sederhana sehingga memudahkan untuk proses produksinya.
Mickey Mouse yang merupakan cikal bakal dari kartun animasi pertama yang pernah dibuat. Awal mulanya, bentuk Mickey masih sederhana. Dengan beberapa ciri tikus yang dimanipulasi mulai dari bentuk telinga yang dibuat bulat. Bentuk mata yang dibuat besar hampir sebesar wajahnya, dan bentuk tubuh yang kurus ditambah atribut celana pendek yang dibuat sederhana sehingga memudahkan untuk proses produksinya.
Dan Mickey Mouse, melakukan debutnya di layar perak dalam film bertajuk “Steamboat Willie” pada 18 November 1929. Hingga ulang tahun Mickey Mouse dicatat pada tanggal 19 November . Mickey Mouse, yang diciptakan oleh Walt Disney, segera menjadi sukses besar dan telah muncul dalam lebih dari 100 film. Kata Walt Disney, tikus kecil itulah yang telah membantunya menciptakan kompleks hiburan bernilai bilyaran dollar yang terdapat di berbagai bagian dunia.
Senin, 26 September 2011
Makna Idul Fitri
Idul Fitri 1432 H, 1(atau 2) Syawal 1432 H.30 (atau 31) Agustus 2011 M baru saja dirayakan, terlepas dari apapun kontroversi yang menyertainya, dengan hati yang bersih dan fikiran jernih marilah kita semua melihat dari sisi manfaat atau hikmah yang terkandung dari pelajaran yang Insya Allah, Allah berikan dibalik perayaan Idul Fitri ini kepada kita semua sebagai bangsa, hari ini dan jauh kedepan.
Perayaan Idul Fitri dari perspektif Pancasila, adalah sama dengan perayaan hari-hari besar keagamaan lainya di negeri yang terletak dibawah Katulistiwa ini. Idul Fitri di jamin oleh Pancasila, tetapi resistensi yang menyertainya tentu saja di serahkan oleh Pancasila kepada pemeluk agama masing-masing yang merayakan hari raya tersebut sesuai keyakinan pemeluknya.Intinya Pancasila tidak bisa serta merta ikut campur tangan atas resistensi tersebut, karena Pancasila hanya bersifat pengayom dan bukan pelaksana terhadap permasalahan (teknis) yang terjadi dalam pelaksanaan hari-hari besar keagaman dinegeri ini, jika terjadi kesalahan teknis dalam suatu perayaan agama, supaya jangan dibenturkan dengan Pancasila. Perbedaan dalam perspektif Pancasila adalah perbedaan dalam hal lintas agama, jadi bukan perbedaan dalam satu kegiatan teknis keagaaman,dalam satu agama tertentu.
Kembali ketopik diatas, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1432 H, yang suka atau tidak, sejarah mencatat seperti yang tertulis diparagraf pertama alinea pertama dalam goresan ini.
Alhamdulillah meski demikian tetapi akhirnya berjalan damai,aman dan terkendali, seperti yang diharapkan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung didalamnya.
Penulisan perayaan Idul Fitri seperti di atas seperti kita ketahui bersama sudah terjadi beberapa kali dalam periode tahun-tahun terakhir sampai pada Agustus 2011 M,diharapkan agar ini tidak terjadi ditahun-tahun mendatang. Penulisan ini harus diambil agar “negeri di kaki Katulistwa” ini tidak tercatat sebagai negeri pembuat/pelaksana teknis perayaan hari besar keagaman, yang mengkoreksi penanggalan tahun Hijriyah dan Masehi yang telah disepakati Dunia.
Sebab baru tercatat pertama kali dalam sejarah Dunia, penghitungan waktu yang berpangkal dari titik yang sama, terjadi selisih waktu 24 jam dititik yang sama,pada perayaan hari besar yang mestinya sama. Ironi ini uniknya mendapat persetujuan pengambil kebijakan yang sejatinya terlibat langsung, bak serial Upin Ipin “betul..betul..betul” (sambil manggut-manggut).
Dari perspektif Demokrasi tentu saja ironi ini tidak menjadi masalah, tetapi dari perspektif sejarah, ilmu pengetahuan dan Islam sendiri sebagai pelaksana perayaan tersebut,ironi ini patut dipertanyakan, mengingat Islam mengajarkan bahwa berpuasa (shaum) pada tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) tidak dibenarkan (haram),sebagai penghormatan kepada perayaan hari yang Fitri tersebut.
Seperti yang tertulis dalam penanggalan diatas, sudah pasti terjadi kegelisahan logika, bahwa yang pasti salah satunya salah, dan itu berarti haram.Karena sejatinya menurut ilmu hisab (penghitungan perputaran bumi mengitari matahari) sudah pasti salah satunya tidak benar, karena yang pasti sejatinya hanya ada satu 1 Syawal di area atau titik yang sama, pada waktu yang sama.
Perayaan Idul Fitri sangat berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain, seperti shalat, puasa dan sebagainya yang sifatnya berhubungan langsung dengan Tuhan (Allah), secara logika ibadah-ibadah lainnya menjadi tanggung jawab langsung pelaksananya kepada Allah S.W.T jadi dalam area tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing yang tidak bisa disama ratakan, disesuaikan dengan keyakinan/pemahaman masing-masing, yang tentu saja penilai benar atau tidak, hanya Allah S.W.T saja. (Wallahu alam).
Perayaan Shalat Idul Fitri sifatnya massal (kolektif) yang jika terjadi tenggat waktu pelaksanaan di area yang sama, akan menimbulkan kegelisahan ditingkat masyarakat awam. Disinilah diperlukan kebijaksanaan pengambil keputusan, dan keputusan ini bukan keputusan politik tetapi keputusan yang berhubungan langsung dengan Allah. Itulah sebabnya para Ulama terdahulu mengingatkan bahwa seorang pengambil kebijakan (pemimpin/presiden khususnya dilingkungan Islam) harus mampu berdiri (menjadi perantara) antara Allah dan umatnya.
Seperti yang terjadi pada penentuan 1 Syawal tahun ini, pihak organisasi keagamaan Muhammadiyah merujuk pada sumber sama kuatnya dengan MUI oraganisasi keagamaan Islam lain diatasnya. Meski berpijak pada sumber yang sama, tetapi ironisnya terjadi perspektif yang berbeda terhadap sumber yang sama, hingga akhirnya terjadi pengambilan keputusan yang berbeda,terhadap persoalan yang sama, hingga tentu saja menimbulkan pelaksanaan yang berbeda.
Mestinya Khalifah, pemimpin tertinggi negara (dalam hal ini Presiden) tidak boleh pasif dalam hal yang sifatnya akbar ini.Karena perayaan ini bersentuhan langsung dengan rakyat banyak, dari komunitas Muslim terbesar, bersyukur Allah masih berkenan melindungi hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti diketahui, Muhammadiyah dengan dalil-dalilnya yang tidak bisa terbantahkan memustuskan 1 Syawal jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011, sebaliknya disisi lain MUI (cq departemen agama) dengan tidak kalah heroiknya memustuskan 1 Syawal jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Kedua kubu ini sama-sama punya dalil yang tidak terbantahkan, meski keduanya berpijak pada sumber yang sama. Tetapi secara logika sudah pasti salah satunya salah,karena tidak mungkin perhitungan penanggalan yang sama, di area waktu yang sama,terjadi selisih waktu.
Perayaan Idul Fitri dari perspektif Pancasila, adalah sama dengan perayaan hari-hari besar keagamaan lainya di negeri yang terletak dibawah Katulistiwa ini. Idul Fitri di jamin oleh Pancasila, tetapi resistensi yang menyertainya tentu saja di serahkan oleh Pancasila kepada pemeluk agama masing-masing yang merayakan hari raya tersebut sesuai keyakinan pemeluknya.Intinya Pancasila tidak bisa serta merta ikut campur tangan atas resistensi tersebut, karena Pancasila hanya bersifat pengayom dan bukan pelaksana terhadap permasalahan (teknis) yang terjadi dalam pelaksanaan hari-hari besar keagaman dinegeri ini, jika terjadi kesalahan teknis dalam suatu perayaan agama, supaya jangan dibenturkan dengan Pancasila. Perbedaan dalam perspektif Pancasila adalah perbedaan dalam hal lintas agama, jadi bukan perbedaan dalam satu kegiatan teknis keagaaman,dalam satu agama tertentu.
Kembali ketopik diatas, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1432 H, yang suka atau tidak, sejarah mencatat seperti yang tertulis diparagraf pertama alinea pertama dalam goresan ini.
Alhamdulillah meski demikian tetapi akhirnya berjalan damai,aman dan terkendali, seperti yang diharapkan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung didalamnya.
Penulisan perayaan Idul Fitri seperti di atas seperti kita ketahui bersama sudah terjadi beberapa kali dalam periode tahun-tahun terakhir sampai pada Agustus 2011 M,diharapkan agar ini tidak terjadi ditahun-tahun mendatang. Penulisan ini harus diambil agar “negeri di kaki Katulistwa” ini tidak tercatat sebagai negeri pembuat/pelaksana teknis perayaan hari besar keagaman, yang mengkoreksi penanggalan tahun Hijriyah dan Masehi yang telah disepakati Dunia.
Sebab baru tercatat pertama kali dalam sejarah Dunia, penghitungan waktu yang berpangkal dari titik yang sama, terjadi selisih waktu 24 jam dititik yang sama,pada perayaan hari besar yang mestinya sama. Ironi ini uniknya mendapat persetujuan pengambil kebijakan yang sejatinya terlibat langsung, bak serial Upin Ipin “betul..betul..betul” (sambil manggut-manggut).
Dari perspektif Demokrasi tentu saja ironi ini tidak menjadi masalah, tetapi dari perspektif sejarah, ilmu pengetahuan dan Islam sendiri sebagai pelaksana perayaan tersebut,ironi ini patut dipertanyakan, mengingat Islam mengajarkan bahwa berpuasa (shaum) pada tanggal 1 Syawal (Idul Fitri) tidak dibenarkan (haram),sebagai penghormatan kepada perayaan hari yang Fitri tersebut.
Seperti yang tertulis dalam penanggalan diatas, sudah pasti terjadi kegelisahan logika, bahwa yang pasti salah satunya salah, dan itu berarti haram.Karena sejatinya menurut ilmu hisab (penghitungan perputaran bumi mengitari matahari) sudah pasti salah satunya tidak benar, karena yang pasti sejatinya hanya ada satu 1 Syawal di area atau titik yang sama, pada waktu yang sama.
Perayaan Idul Fitri sangat berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain, seperti shalat, puasa dan sebagainya yang sifatnya berhubungan langsung dengan Tuhan (Allah), secara logika ibadah-ibadah lainnya menjadi tanggung jawab langsung pelaksananya kepada Allah S.W.T jadi dalam area tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing yang tidak bisa disama ratakan, disesuaikan dengan keyakinan/pemahaman masing-masing, yang tentu saja penilai benar atau tidak, hanya Allah S.W.T saja. (Wallahu alam).
Perayaan Shalat Idul Fitri sifatnya massal (kolektif) yang jika terjadi tenggat waktu pelaksanaan di area yang sama, akan menimbulkan kegelisahan ditingkat masyarakat awam. Disinilah diperlukan kebijaksanaan pengambil keputusan, dan keputusan ini bukan keputusan politik tetapi keputusan yang berhubungan langsung dengan Allah. Itulah sebabnya para Ulama terdahulu mengingatkan bahwa seorang pengambil kebijakan (pemimpin/presiden khususnya dilingkungan Islam) harus mampu berdiri (menjadi perantara) antara Allah dan umatnya.
Seperti yang terjadi pada penentuan 1 Syawal tahun ini, pihak organisasi keagamaan Muhammadiyah merujuk pada sumber sama kuatnya dengan MUI oraganisasi keagamaan Islam lain diatasnya. Meski berpijak pada sumber yang sama, tetapi ironisnya terjadi perspektif yang berbeda terhadap sumber yang sama, hingga akhirnya terjadi pengambilan keputusan yang berbeda,terhadap persoalan yang sama, hingga tentu saja menimbulkan pelaksanaan yang berbeda.
Mestinya Khalifah, pemimpin tertinggi negara (dalam hal ini Presiden) tidak boleh pasif dalam hal yang sifatnya akbar ini.Karena perayaan ini bersentuhan langsung dengan rakyat banyak, dari komunitas Muslim terbesar, bersyukur Allah masih berkenan melindungi hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti diketahui, Muhammadiyah dengan dalil-dalilnya yang tidak bisa terbantahkan memustuskan 1 Syawal jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011, sebaliknya disisi lain MUI (cq departemen agama) dengan tidak kalah heroiknya memustuskan 1 Syawal jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011. Kedua kubu ini sama-sama punya dalil yang tidak terbantahkan, meski keduanya berpijak pada sumber yang sama. Tetapi secara logika sudah pasti salah satunya salah,karena tidak mungkin perhitungan penanggalan yang sama, di area waktu yang sama,terjadi selisih waktu.
Minggu, 18 September 2011
penemu telepon
Alexander Graham Bell, Penemu Telepon
Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali menemukan alat komunikasi ini.
Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.
Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.
Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.
Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.
Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.
Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876.
Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali menemukan alat komunikasi ini.
Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.
Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.
Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.
Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.
Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.
Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.
Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876.
perang dunia
Perang Dunia II
Perang Dunia II, atau Perang Dunia Kedua (biasa disingkat PDII) adalah konflik militer global yang terjadi pada 1 September 1939 sampai 2 September 1945 yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan-kekuatan besar yang dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan: Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terbesar sepanjang sejarah dengan lebih dari 100 juta personil. Dalam keadaan "perang total," pihak yang terlibat mengerahkan seluruh bidang ekonomi, industri, dan kemampuan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sipil dan sumber-sumber militer. Lebih dari tujuh puluh juta orang, mayoritas warga sipil, tewas. Hal ini menjadikan Perang Dunia II sebagai konflik paling mematikan dalam sejarah manusia.
Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai saat Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat. Secara resmi PD II berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surrender di atas kapal USS Missouri pada tanggal 2 September 1945, 6 tahun setelah perang dimulai.
hip-hop
Hip-hop
Hip-hop adalah sebuah gerakan kebudayaan yang mulai tumbuh sekitar tahun 1970’an yang dikembangkan oleh masyarakat Afro-Amerika dan Latin-Amerika. Hip Hop merupakan perpaduan yang sangat dinamis antara elemen-elemen yang terdiri dari MCing (lebih dikenal rapping), DJing, Breakdance, dan Graffiti. Belakangan ini elemen Hip Hop juga diwarnai oleh beatboxing, fashion, bahasa slang, dan gaya hidup lainnya.
Awalnya pertumbuhan Hip Hop dimulai dari The Bronx di kota New York dan terus berkembang dengan pesat hingga keseluruh dunia. Hip hop pertama kali diperkenalkan oleh seorang Afro-Amerika, Grandmaster Flash dan The Furious Five. Awalnya musik Hip Hop hanya diisi dengan musik dari Disk Jockey dengan membuat fariasi dari putaran disk hingga menghasilkan bunyi-bunyi yang unik. "Rapping" kemudian hadir untuk mengisi vokal dari bunyi-bunyi tersebut. Sedangkan untuk koreografinya, musik tersebut kemudian diisi dengan tarian patah-patah yang dikenal dengan breakdance. Pada perkembangannya Hip Hop juga dianggap sebagai bagian dari seni dan untuk mengekspresikan seni visual muncullah Graffiti sebagai bagaian dari budaya Hip Hop.
Langganan:
Postingan (Atom)
